3 Hari di pulau Weh - Sabang

December 1st, 2007 by di-must

29 November-1 Desember 2007

Beginilah nasib kerja untuk Konsultan di daerah….kita harus siap bekerja diluar job desc yang ditentukan….Setahuku sich kerjaanku disini adalah untuk mempersiapkan implementasi software yang dikerjakan di jogja….ternyata tugasku bertambah lagi setelah pihak konsultan mendaulat ku sebagai driver dan distributor komputer ke kota Sabang…..

Jangan bilang buat menyeberang ke pulau Weh (Pulau paling barat Indonesia) sebuah perkara mudah. Kalo di pulau Jawa kita dengan mudahnya menyeberang ke pulau lain (Bali ato Sumatera) karena trip kapal ada tiap jam nya….Untuk menyeberang ke Sabang, trip kapal tidak menentu tiap harinya…Seperti hari ini hanya ada 2 trip, yaitu jam 11 dan jam 4…Subuh kita sudah berangkat ke pelabuhan buat ngantri…kenyataannya kita masih harus nunggu trip yang kedua…..ngantri mpe jam 4……

Jam 5 sore kapal baru meninggalkan pelabuhan Ulheu lheu banda Aceh….hampir 2,5 jam waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Sabang…………..kota mati…kesan pertama yang aku lihat….suepi tenan…kita putuskan buat makan sate di sekitar kota Sabang…busyet 2 porsi sate ayam+nasi+teh botol = 40.000….edan mahal banget….. mending enak, ni bener2 standar……kita putuskan buat nyari penginapan…..

sudah kuduga, kerja untuk konsultan daerah harus siap juga dengan fasilitas dan akomodasi yang terbatas…..kalo dulu ketika kerja untuk LPPM UGM, aku mendapatkan fasilitas hotel bintang 5 di Jakarta…..sekarang, Losmen Sabang – Merauke (ini namanya), sebuah kamar 2 kasur berdinding triplek dengan 1 kipas angin dan meja plus lemari bekas diterjang tsunami….oya ditambah gembok(coz nda ada engsel pintunya)….

Hari kedua, seperti biasa tugasku sebagai driver adalah mengemudikan Feroza buat mengantar seperangkat komputer ke Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan….karena kasubdin Sosial tidak di tempat, maka kita disuruh untuk dating kembali pukul 3 sore….karena masih jam 11, akhirnya kita putuskan untuk pergi ke pantai Iboih….

Pantai Iboih, 20 km dari kota Sabang….perjalanan menaiki menuruni bukit, diselingi hutan lindung…tak jarang kita berpapasan dengan berbagai satwa, komodo(biawak kaleeee), monyet, sapi, kambing…..melewati jalan berliku dan penuh lobang….dan sepiiiii bangeeeeetttt…

Kata yang pas melukiskan pantai ini adalah “Exicting”…bener2 natural, indah banget…nda heran kalo banyak turis mancanegara rela ke ujung barat Indonesia ini untuk menikmati Diving n Snorkling….aku bener2 menikmati pantai yang masih perawan ini…bersih dan alami….damai…

Belum puas rasanya menikmati panatai Iboih, tapi waktu udah sangat mepet buat balik ke Kota Sabang…dan rencana untuk ke Tugu Nol KM gagal….padahal 8 Km lagi (tugu 0 Km yg tinggal 8 Km…/??….) karena didesak waktu akhirnya kami buru2 balik….

Dan tragedi pun terjadi….. Di sebuah tanjakan yang curam…tiba2 mobil berhenti…kucoba starter lg…nda nyala…oh my God…bensin…kan ni mobil indicator bensin nya mati….mana di tengah hutan lagi….akhirnya kita berharap nunggu bantuan tiba…15 menit berlalu belum ada yang lewat…tiba2 dari kejauhan terlaihat 2 muda-mudi naik motor bebek….semakin lama semakin jelas bahwa itu pasangan bule…

“Excuse me sir, I need ur help”.

“what wrong”

“my tank empty, could u help me to find….solar (solar????), at near of village….”

“ok….do you have any….”, sambil memeragakan ngangkat tas tenteng… “

hah…oh I have a bottle”, sambil ngasi botel aqua satu setengah liter…

“how much you need”

“a bottle full of Bensin…”

“Bensin???”

“yes…the Indonesian of solar” (bego banget sich aku…kok solar lagi…)

“oh same like these motorcycle”…..

“yes”…alhamdullilah dia ngerti…

“just, wait for five minute”…

Ok dia bilang 5 menit…..setengah jam aku nunggu….akhirnya tu bule datang juga…yang laki dari jerman, yang cewek dari Austria(kok namanya nda aku tanya ya,malah nanya asal)…mo ke pantai katanya…..wah pokoknya Mr.X and Mrs.Y makasih banyak de…..tumben2 ditolong bule….

Karena waktu banyak terbuang akhirnya aku bisa mencoba off road dengan mobil ini….lubang…..tanjakan…tikungan…libas…sampai Dinas Sosial..udah ditunggu…huff…Malamnya kami makan di pinggir pantai Kasih…nyobain Mie kepiting…so nice…

Hari Ketiga, pagi2 kami meninggalkan losmen menuju pelabuhan Balohan Sabang…saat itu kita sudah ketinggalan trip pertama, akhirnya kita putuskan buat ngantri trip yang kedua…setelah menunggu sekian lama,akhirnya kapal tiba…tapi tiba2 petugas pelabuhan memberitahukan bahwa kapal tidak diberangkatkan karena ombak tinggi…..

Kita putuskan untuk menyeberang naik kapal cepat khusus penumpang, dan menitipkan mobil kepada salah satu petugas pelabuhan, tak lupa juga menitipkan sejumlah uang lelah….setelah menyeberang selama 1 jam, tibalah di Banda Aceh…cuapeeeeeeeeeeeeeekkkkk………

Simba Lounge Return

December 1st, 2007 by di-must

Senin, 26 november 2007

Kembali aku duduk di Lounge nya anak singa,.tapi dalam kondisi yang berbeda. Kali ini aku tidak ditemani Ghulam. Kali ini aku tidak begitu semangat seperti saat pertama kali terbang ke Aceh. Dan kali ini kondisi badanku drop banget setelah begitu banyaknya kegiatan seminggu terakhir.

Sepulang dari Aceh tanggal 16 kemaren, aku langsung dihadapkan oleh test CPNS Dep. PU selama 3 hari di Jakarta. Tiba di jogja langsung dihadapkan oleh gladi resik dan upacara wisuda selama 2 hari berturut-turut. Setelah wisuda selesai, giliran acara keluarga membuatku terdampar di Cilacap selama 3 hari. Tiba di jogja langsung dapet perintah urgent untuk segera ke Aceh…

Badan udah lemes banget, lebih letih ketimbang di suruh mendaki ke Merapi…belum lagi setibanya di Aceh aku bakal terbebani oleh kerjaan yang udah nyampe peak season and deadline…

Simba Lounge kali ini dipenuhi anak muda, seumuran anak SMU yang terlihat seperti rombongan atlit yang akan berangkat ke olimpiade…di sebelahku duduk seorang ibu yang pekerjaannya Notaris dan baru aja test PPAT di UGM, dan bercerita bagaimana antusiasnya dia buat tinggal di jogja dan meninggalkan Aceh.

Jogja…bener kata ibu itu….Nyaman….rasanya pengen balik secepatnya…….

Dimas…Chaiyo….Ganbatte Kudasai….

Lia not Lya

December 1st, 2007 by di-must

Di tengah-tengah segala kesibukanku selama di Jogja, beruntung aku masih sempet berkenalan ama ni cewek…sebenarnya yang menemukan ni cewek terlebih dahulu adalah om ku…dengan sisa-sisa ilmu memperdaya cewek, om ku sukses mendapatkan no.hp nya ketika perjalanan Jakarta_Yogya by plane…berbekal rekomendasi dari om ku inilah aku coba buat berkenalan ma ni cewek…

Setelah beberapa kali chat via sms, akhirnya kita deal untuk ketemuan di kost nya…tidak sulit untuk menemukan kost nya, karena daerah itu pernah jadi jajahanku waktu ngontrak rumah bareng anak ilkomp…

Lulusan program studi Nutrisi dan Makanan Ternak UGM ini baru aja lulus (maksudnya wisudanya bareng kemaren)…walaupun ia sebulan lebih tua dari aku, tapi aku setuju ama om ku yang mengira ni cewek masih sekolah….

Hemmm anaknya asyik, enak diajak ngobrol n hobi senyum…kita ngobrol berbagai obrolan, seperti :

  1. Dia temennya Ima…jogja sempit man, gila bisa2nya ketemu ama temen sekelasnya Ima (asisten pribadiku waktu KKN)….Asima Simanjuntak itu lho…penggemar film Mendadak Gendut….bener nda Mbrot (red:Ima)
  2. Ngomongi tentang Jepang….dia tertarik ma gantungan kunci ku…..Lutfi si manusia karet yang salah satu tangannya putus gara2 ditarik Bary…Asal tau aja Lia ini jago banget bahasa Jepangnya, udah setara Sensei dah….aku dengan sukses dibuat penasaran gara minta tolong diterjemahin sms bahasa jepang dari temenku…..katanya sich nda penting…OK aku terima nda penting, tapi nda usah senyum-senyum penuh arti gitu donk….
  3. Ngomongi Om ku….pre memory…
  4. Kost nya….katanya sich bersih..kamar mandi dalam…trus ibu kost nya (yang lagi nongkrong di teras)…..jadi itu alasannya dia ngajak aku ngobrol di Wartel depan kostnya…
  5. Sisanya nda penting….coz lupa…banyak becandanya…….      

Setengah jam yang sangat menarik…bersama Lia (with ‘i’ without ‘y’)

Nb : ternyata dia pengemar ubi bakar….

Cerita lain di balik wisudaku

December 1st, 2007 by di-must

Sudah hampir 13 hari aku tidak berhubungan dengan dia..

semuanya aku lakukan karena kekecewaan serta…semuanya……

jujur aku kangen, aku ingin tahu keadaannya…semuanya…

tapi aku nda berani, aku nda ingin, aku nda bisa untuk menghubunginya….untuk mengetahui..semuanya…

Sehari sebelum wisuda, dia sms menanyakan kabarku, keluargaku dan mengucapkan selamat wisuda…..itulah kali pertama aku membaca sms dari nya…

Pagi hari di acara wisuda, aku sudah tidak bisa menghindar lagi untuk bertemu dengan nya…dari kost aku sudah bertekad untuk menjaga mood ku agar selama hari ini aku tetap semangat, demi keluargaku yang jauh2 dari Denpasar serta sahabat2ku yang ingin melihat ekspresi kemenangan di wajahku…

Di lapangan sayap barap Graha Sabha Pramana UGM, untuk pertama kali aku melihat dia…seperti biasa dia terlihat sangat cantik, sempurna dengan kebaya hijaunya…aku bersikap biasa dengannya tanpa menunjukan beban yang aku hadapi….kita berfoto, berbincang, bercanda…namun aku tau dia menyadari ada yang berubah dari sikapku ke dia….aku terlihat terlalu sunyi baginya, tidak seperti biasa, yang banyak omong, yang ketawa mulu, yang becanda mulu…..sory, but I had been tried….

Sudah bisa diduga dialah yang duduk di sebelahku selama wisuda berlangsung, walaupun NIM kita terpaut 39 nomor, tapi seperti sudah diatur bahwa hari ini NIM yang berada diantara kita tidak mengikuti wisuda…Ya seperti sudah diatur, sama seperti saat mengetahui bahwa kita berdua lolos program studi ilmu komputer UGM, hanya kita berdua dari SMU ku….

Obrolan basa-basi, seperti nya kata yang pas untuk menjaga mood ku selama berada di gedung….upacara wisuda berlangsung seperti jadwal…aku terlebih dahulu menerima ijazah, baru kemudian dia….

Setelah duduk kembali, aku memberanikan diri menanyakan suatu pertannyaan yang bakal merubah seluruh hidupku….

”…..kamu udah punya cowok ya?”

“iya”

“siapa?”

“ada deh”

“selamat ya”, sambil menyalaminya…

Setelah itu aku lebih banyak diam, bingung apakah aku sedih dengan berakhirnya status mahasiswaku ato aku sedih karena semuanya sudah jelas…tapi diluar semua itu aku cukup lega bisa mengakhiri masa studi ku bersama dia seperti ketika aku mengawalinya bersama dia…karena secara tidak langsung aku ikut menentukan UGM sebagai pilihannya….di detik2 terakhir ketika dia bimbang untuk memilih melanjutkan studi di kota lain…

Palu berakhirnya upacara wisuda telah diketok oleh rektor…

Alhamdullilah, palu itulah yang menyadarkan ku bahwa semua telah berakhir. Hidupku sebagai mahasiswa, hidupku bersamanya serta hidupku dengan semua kenangan tentang nya…..

Sehari setelah wisuda dia sms…

“Dimaaaaaaas makasi y bunganya…………………..sng jg,dtng n lu2s brg2”

Aku balas

“mungkin ini hal terakhir yg bs ak lakukan tuk membahagiakan mu, mulai detik ini kt akan melanjutkan hidup sesuai jalan yg kita pilih, semoga sukses ya..”

Wisuda Sarjana Periode I Tahun Akademik 2007-2008 Universitas Gadjah Mada

December 1st, 2007 by di-must

Selasa, 20 November 2007

05.00

Berangkat dari kontrakan om ku menuju Graha Sabha Pramana, sempat bingung untuk mendekati gedung tersebut karena blokade yang dibuat oleh SKK(Satuan Keamanan Kampus). Akhirnya kita parkir di sebelah selatan Balairung. Mungkin saking semangat nya om ku buat nganter ponakannya wisuda (padahal aku masih ngantuk banget) jadilah aku kloter pertama orang tidak sabar buat wisuda…dan sekali lagi aku masih ngantuk, bahkan SKK (Satuan Keamanan Kampus) juga baru pada keluar dari sarangnya…

06.00

Harusnya di jadwal jam segini acara sudah dimulai, tapi tahulah kita hidup di

Indonesia

, mau mulai gimana, yang di wisuda aja blum lengkap, malah temenku sibuk nyariin ceweknya, yang jam segitu masih sibuk rias diri di salon….jadilah para wisudawan berkeliaran di sisi barat GSP.

07.00

Setelah dibariskan per fakultas, akhirnya kita mulai masuk beriringan seperti anak bebek. Perlu waktu setengah jam buat seluruh wisudawan masuk auditorium dan duduk di tempatnya masing-masing. Aku liat beberapa anak Fotografi UGM ngincer moment baris-berbaris mahasiswa, kayaknya lagi pada nyari shoot buat tugas diklat komposisi…

07.45

Pimpinan Universitas memasuki auditorium diiringi lagu…..apa ya, pernah di kasi tau temenku di PSM(Paduan Suara Mahasiswa)…setelah itu dimulailah ritual penyerahan ijasah yang sangaaaaatt lama…

10.00

Setelah seluruh acara selesai, akhirnya dimulailah acara yang menegangkan, yaitu para mahasiswa mencari keluarganya….ha ha ha ada yang muter-muter, telpon2an, muter lagi, nelpon lagi….kalo aku sendiri langsung ambil posisi di atas panggung buat foto2 ama temen2…setelah itu baru ke bapak n ibuku…sudah diduga om ku ama kakak pertamaku naek keaatas, tapi kakak keduaku ama sepupuku sukses menghilang di tengah ribuan orang (ternyata diculik buat motret orang)….

13.30

Puas….foto2 di GSP dan Rektorat….acara dilanjutkan di fakultas tercinta…Ketemulah aku dengan anak2 ilkomp 2003 yang barbar….jika dicermati dengan seksama..ada 4 golongan anak2 ilkomp yang aku temui…

-     golongan sudah lulus…

-         golongan pejuang tugas terakhir..

-         golongan pengen cepet lulus..

-         golongan masih pengen menikmati masa kuliah..

huaaa senangnya sekaligus sedihnya bisa ngumpul di kampus bareng temen2 seperjuangan….ayo kalian pasti akan menyusul…..entah berapa tahun lagi…..

huff hari yang melelahkan…senang banget….senang udah lulus…..tapi yang paling buat aku senang adalah aku bisa membanggakan orang tua ku…aku tidak menyia-nyiakan amanah dari mereka…

Aku masih ingat betul kata Bapakku, semalam sebelum keberangkatanku ke Yogya untuk pertama kalinya….”kamu disana boleh melakukan yang kamu suka, mo pacaran, mo naik gunung, mo kerja…tapi inget bapak ngirim kamu ke yogya buat belajar…..bapak tunggu 4 tahun lagi, apa kamu udah bisa tambah dewasa”….

Alhamdullilah ya Allah…terima kasih atas segala karunia mu sehingga aku bisa membuat orang tuaku tersenyum di hari ini…..

Test Penerimaan CPNS Departement Pekerjaan Umum

November 27th, 2007 by di-must

Bener – bener di luar dugaan hari ini aku bisa mengikuti test CPNS Dep PU. Alasan utama yng mendasari aku tidak percaya telah duduk di salah satu kursi di GOR Bulungan Jakarta Selatan adalah,…aku belum punya ijazah…ya blum punya ijazah udah nekat buat ngelamar jadi PNS Pusat…..

Tapi yang namanya nasib ya kita nda bisa ditebak….dengan menakjubkan aku lolos seleksi administrasi, dan berhak mengikuti test tertulis dengan ribuan orang lainnya. Ternyata nasib aja belum menjadi modal bahwa aku bakal segampang itu mengikuti test.

Sehari sebelum test…….tiba di gedung PU ama Beby, langsung diem…..waduh gedungnya banyak besar lagi, aku menunjuk gedung yang rada rame…eh malah ada orang nikahan….setelah sampe di gedung yang dicari, aku langsung liat banyak yang ngantre di depan meja2 yang dipersiapkan……aku ikut ngantre….arrgghhh dasar kepedean, dah lama ngantri malah salah meja..harusnya ngantri di informatika malah ikutan ngantri diHukum….

“coba lihat dokumen yang asli”, kata yang jaga…”ijasahnya”…”kalo cuman Surat Keterangan Lulus, harus pake surat pernyataan”….trus cewek disebelahku nyeletuk ”pak saya juga pake SKL”, entah dia antusias karena pake SKL ato dia blum menyadari bahwa  akan ada kejadian diluar dugaan…..diberi aku selembar surat, intinya bahwa jika aku lulus seleksi ini, tapi tidak bisa menunjukan ijazah asli maka aku akan gugur…

Si cewek itu udah mulai gelisah…ya iyalah,secara dia lulusan UNPAD yang bakal wisuda 2 bulan lagi…….menyadari 3 hari lagi aku wisuda aku sedikit lebih tenang…tapi aku tidak punya materai buat surat pernyataan…kali ini aku bener2 gelisah, kan ni hari sabtu,mana ada kantin buka di gedung pemerintahan, mo nyari diluar mana tau, mo nanya beby…kayaknya pilihan terakhir de (salah2 aku di ajak nyari materai di monas)..

“Malu bertanya, nda dapet apa-apa”…berdasarkan peribahasa diatas, akhirnya aku nanya ama salah satu pegawai yang bertugas di gedung itu…..wow sapa bilang di Jakarta nda ada orang baek, awalnya cuman nanya di mana toko yg jual materai, eh malah ditawari materai yang dia simpan di dompetnya…dengan rasa bangga akhirnya aku beli materai bapak itu, he he pinjem dulu uangmu ya bi….seribuan sebanyak 6 lembar ternyata menarik seluruh pelamar untuk menyaksikan adegan serah terima itu….si bapak itu spontan bilang..”uang materai ya..uang materai…nda ada apa apa’…..ma kasih banyak ya pak, jadi nda enak ama tu bapak…setelah berterima kasih ama tu bapak, eh tu bapak nyeletuk "tu ceweknya ya, cantik"….maksud loh……

Rintangan di hari pertama bisa dilalui…dan di hari ini aku  telah berada di tengah-tengah ribuan orang yang memadati GOR Bulungan…aku ketemu Rafiq, pemuda lulusan Brawijaya yang aku kenal waktu ngambil test TOEFL di LIA Jogja…ternyata dia lulus seleksi administrasi juga…wow aku sedang bersama pemuda yang telah berkali-kali mengikuti ujian CPNS dan belum lulus juga….dibandingkan aku yang masih cupu, dan belum tau dunia per-CPNS an, aku bukanlah apa-apa…saingan ku udah lebih berpengalaman….ha ha ha nda takut….pikirku, kan aku belum belajar sama sekali, kan aku nda tau soalnya bakal kayak gimana, trus gimana strategi dan trik2 nya   (kok malah bangga..?!:<>)

Soal pertama aku baca….Siiiip, soal Pancasila dan kewarganegaraan…soal gitu ma LEWAT…iya 10 soal aku lewati dengan bener2….gimana mo jawab Sila-sila Pancasila aja aku nda apal…malah ditanya tentang UUD dan TAP MPR…baru aku bisa tersenyum pas ketemu soal matematika….ha ha ha gw banget….tp ada satu soal matematika yg aku tidak bisa jawab, gampang banget kalo aku apal rumus pithagoras…berusaha inget2 tu rumus, malah yang keluar E=MC2

Akhirnya aku lalui test hari ini…aku cukup sadar diri kok untuk tidak terlalu berharap…selain buat pengalaman doang,

kan

masih banyak sodara2 kita telah berjuang bertahun2 untuk lolos test ini, ya ngalah dikit lah………sambil makan batagor di halaman depan GOR..cowok disebelah ku ngomong “belum wisuda ya mas, ntar kalo dah wisuda baru tau rasanya nyari kerjaan”….

…………MAKSUD LOH…..

Sehari bersama Beby….

November 26th, 2007 by di-must

Hari ini aku berada di Jakarta. Planning hari ini adalah mengambil kartu tanda peserta ujian CPNS Departemen PU di Kantor Pusat PU, dan kemudian berputar-putar keliling Jakarta. Untuk itu aku memilih Beby, cewek manis asli Jakarta yang akan selalu memberikan kejutan2 ketika jalan dengannya…

Awal ketemu ni cewek waktu di atas bus Safari Dharma Raya tujuan Jakarta-Jogja. Waktu itu dia kelihatan bingung tuk turun di jalan Gejayan. Setelah meninggalkan sifat JAIM nya, akhirnya dia minta bantuanku buat ngomong ke kondekturnya…dan saat itulah aku mengenal cewek yang menarik ini…

Sejak dari Aceh aku udah kontak2an ma dia buat nemani ke kantor pusat PU  sekaligus jalan2. Namun perlu diketahui, yang namanya Beby tu nda jauh2 dari kata “Nyasar”..pokonya seru dech jalan ama ni anak. Pernah tahun lalu pulang dari Dufan, kita nunggu bus di halte yang salah, udah gitu dia bilang yakin  100% bener lagi, tapi yang ada malah kita nunggu bus fiktif selama sejam, sampe disadari ibu2 yang merasa aneh melihat kita berdua duduk di troroar memandangi ujung jalan.

Berangkat pukul 09.00 menuju rumahnya. OK aku langsung nyasar…aku telpon hp nya, yang ngangkat Lela(adeknya), ak kasi tau posisiku dan dia ngasi petunjuk buat nyampe kerumahnya…busyet, petunjuknya adeknya jelas banget (jelas2 nda nyambung). Daripada ngikuti petunjuk adeknya yang kayaknya ada keturunan penyakit Nyasar kakaknya, ak cari rumahnya pake insting aja, akhirnya ketemu juga.

Setelah pamit ama ibunya kami meluncur, begini perjalanannya :

Destination I

Tujuan: Kantor Pusat Dep. PU Kebayoran Baru

Rute    : Kedoya – Kebun Jeruk – Slipi – Kebayoran baru

Untuk rute ini kita awali dengan mulus, naik metromini ke Kebun Jeruk, trus naik mikrolet ke Slipi dan disambung naik taksi ke kebayoran Baru.

Destination II

Tujuan Awal                 : Blok M

Tujuan Tak Terencana : Mangga Dua

Rute Wajar                   : Kebayoran Baru – Blok M

Rute Tidak Wajar         : Kebayoran Baru – Bekasi – Mangga Dua

Dari tulisan diatas pasti bingung apa yang terjadi dengan kita. Dan seperti aku beritahu diatas, perjalanan dengan Beby pasti selalu menghadirkan kejutan. Keluar dari gedung PU kita berdua langsung melihat bus Patas AC bertuliskan Blok M – Bekasi. Tanpa banyak tanya kita berlari kearah bus tersebut, kemudian duduklah kita dengan santainya hingga tiba saatnya sampe di Blok M. Aku lihat Beby enjoy becanda dengan ku sambil menikmati hidangan macet di Jakarta, pikirku berarti aku telah berada di bus yang tepat.

Keanehan pertama dateng, ketika aku bayar bus, kok sebelas ribu untuk berdua, feelingku sich bilang terlalu mahal. Aku tanya beby, “bi bener ni jalannya”. Dia jawab “bener, aku kalo ke blok M lewat sini kok”, dalam hatiku aman. Trus aku perhatiin kok ak nda asing ama jalan trus gedung2 disekitar. Aku tanya beby lagi,”bi kayaknya aku sering lewat sini”…”iya aku juga”…oya udah dalam hatiku aman…..”bi kok kita lewat Cikampek”….”haah iya toch, dim kayaknya kita nyasar ke bekasi”,…hatiku merasa terancam….

Ya kita menuju bekasi untuk sampe ke Blok M. Bukannya nyesel ato gundah, kita malah ketawa-ketiwi, foto-foto dan dia dengan bangganya menceritakan pengalaman2 nya nyasar dengan temennya dulu (hatiku bener2 terancam). Dan aku sadar bahwa pemandangan yang tadi aku rasa sering liat itu adalah jalan yang aku lewati kalo mo balik ke yogya….setelah turun di gerbang tol Bekasi, kita mencari bus ke Blok M. Karena lama, akhirnya kita putuskan buat ke Mangga Dua aja.

Satu setengah jam waktu yang diperlukan dari bekasi ke mangga dua. Nyampe mangga Dua, Beby langsung beli sepatu High Heels (naluri cewek). Karena laper kita makan di A&W, he3x dia nyari wastafel yang jauh pdhl ada yg deket (edan bakat nyasarnya).Setelah makan, kegiatan kita dihabiskan dengan menemani cewek ini membelanjakan uangnya. Dan menurut pengalamanku menemani cewek belanja, pasti bakal seperti makan Coki-Coki (lamaaaaaa dan panjaaaaaang)…oya satu lagi, nda konsisten…kayak si beby yang planning awal cuman pengen beli sepatu ama kado nikah buat saudaranya…..fakta dilapangan malah dia beli sepatu, tas, baju, kaos, celana ketat, parfum dan melupakan membeli kado buat saudaranya………itulah cewek.

Destination III

Tujuan  : Rumah Beby

Rute  : Mangga Dua – Stasiun Kota – Naik Busway ke harmoni – Glodok - Kedoya

Dari mangga Dua kita naik angkot menuju stasiun kota, tapi kita dipaksa turun 200m sebelum tujuan. Aku masih inget protes dari ibu2 yang memaki-maki supir angkot dan supir angkot yang senyum2 liat ibu2 yang protes. Setelah diskusi singkat dengan polisi lalu lintas yang baik hati, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan busway.

Wow pengalaman pertama naik busway nich, tentu saja sambil membayangkan nyamanya di dalam busway dan tanpa macet2an. Setelah membeli tiket…aku diem, aku lupa membayangkan bahwa sebelum naik busway kita harus berada di dalam antrian yang panjang. Karena antriannya krodit, aku beraniin aja masuk ke celah yang jika orang punya rasa malu pasti nda bakal melewatinya. Karena kita berdua telah sepakat buat melupakan sejenak kata “malu”, sampailah kita di urutan hampir terdepan di antrian yang krodit.

Setelah penuh perjuangan, beradalah aku dan beby di dalam busway. Perjalanan lancar sampai ke halte harmoni. Planning kita adalah meneruskan perjalanan menggunakan busway ke Glodok. Tapi kenyataan sangat pahit, antriaan nya kaya Coki-Coki kuadrat, dan kali ini kita berdua sepakat untuk tidak melakukan trik seperti di halte sebelumnya, mengingat kita masih blum mau mati di injak2 orang karena kesal…

Akhirnya kita keluar dari halte dan melanjutkan perjalanan menggunakan bus tujuan kalideres. Turun di grogol, kemudian dilanjutkan ke Kedoya dan tiba dengan selamat di rumahnya. Istirahat sebentar di rumahnya, sambil makan buah dan melihat beby beraksi dengan baju barunya bak model.

Jam 8 lebih aku pamit pulang…perjalanan hari ini panjang dan penuh intrik…tapi aku senang banget keluar ama Beby. Thanks ya bi, udah nemeni ke Bekasi dan pengalaman pertama naik Busway. Aku tunggu perjalanan berikutnya bersamamu.

Mau tau rasanya, rambut bau balsem?

November 14th, 2007 by di-must

Dulu tentor bahasa Jepang ku di Lembaga Indonesia Jepang, Wulan sensei, pernah cerita bahwa cewek-cewek jepang akan memotong rambut apabila putus dengan cowoknya…

Tidak ada hubungan nya dengan pernyataan Wulan sensei yang manis itu (pasti tau aku nulis ini, dia langsung GE-ER…kimi wa kireina hime), aku udah niat hari ini buat potong rambut…selain karena rambut ku udah tidak mendukung penampilan, 3 hari lagi aku juga akan mengikuti test di Departemen Pekerjaan Umum Jakarta…dan untuk pertama kali aku akan mencoba keahlian tukang cukur di Aceh…

Begitu nyampe di depan tempat pangkas  rambut, di depan pintu sudah tergantung tulisan “TOLAK”…..begitu keras otak ku menerjemahkan artinya….diTOLAK, apa aku nda boleh cukur disana atau lagi menolak untuk dikunjungi…aku coba tarik pintunya…di dalam si abang memperagakan gerakan push-up…oh dorong…ya ya ya tolak…ditolak pintunya,…

Akhirnya aku ngerti arti tulisan yang nda banget itu…si abang tanya “mo dicukur gimana bang?”…waduh bingung, nda mungkin aku jawab cukur model spike ato acak depan seperti yg aku lakukan di salon2 Yogya…”hmmmm di rapiin aja”…..si abang kayaknya loading….hmmm…”rapi ya bang”….”iya” jawabku…trus dia ngambil sisir plus alat cukur nya…”rapi ya bang”…astaghfirullah……

Hampir dua puluh menit si abang coba mengimplementasikan kata RAPI….dan hamper dua puluh menit juga aku waspada kalo-kalo kata RAPI disalah arti

kan

menjadi GUNDUL…setelah selesai merapikan rambutku..disilah dimulai tragedi menakjubkan itu…

Setelah selesai membersihkan rambut di sekitar mukaku…tiba-tiba si abang mengeluarkan botol kecil dengan tulisan Balsem Cap Lang…pikiranku udah nda enak ngelihat benda yang tidak matching dengan tempat pangkas rambut…trus si abang mengambil balsem ke telapak tangan nya, dicampur air dikit trus mulai memijat kening kepalaku….hemmm ini toch maksudnya…enak juga dipijet….tapi kok lama kelamaan tangan si abang nyentuh2 rambut ku…busyet …edan…arghhhh…..huff dia dengan sukses membuat rambutku terkontaminasi balsem…

Keluar dari tukang pangkas itu aku nda tau harus ngomong apa…harusnya sehabis potong rambut, rambut menjadi harum wangi shampo beraneka rasa, atau penuh gel rambut…..tapi sekarang aku keluar dengan rambut bau balsem dan sebuah pertanyaan “Rambut perlu dipijet ya, biar otot-otot tu rambut nda tegang kali”….

13 November 2007

November 13th, 2007 by di-must

Malam itu adalah malam terakhir aku makan malam berdua sebagai seorang kekasih, aku masih ingat 21 September 2006..awal bulan Ramadhan tahun lalu dengan getir aku berkata “kalo ini buat mu bahagia, aku juga bahagia”…..

Sebulan sejak malam itu adalah hari-hari yang membuatku tersiksa, perasaan bersalah, bingung, nda terima…aku bener-bener menginginkan dia…hingga suatu saat hatiku berkata “it’s  not over, give time to arrange her heart, until she ready to being my mine…AGAIN”…mulai saat itu hidupku jadi normal…

Normal berarti normal, kuliah normal, makan normal, kehidupan sosial normal…dan sebagai co yang normal aku pun sempat menjalani hubungan dengan beberapa cewek…dan setiap aku menjalin hubungan dengan seorang cewek, disaat itulah aku menyadari bahwa ada bagian dari diriku yang belum normal…HATIKU..masih tersisa ruang yang tak mungkin diisi cewek laen…

Hubungan dengan nya layaknya seorang sahabat, tapi bagi aku hubungan ku dengan dia adalah berusaha berkorban dan melihatnya bahagia…tak ada niat untuk menolak setiap ajakannya, setiap keinginannya, setiap permintaannya walaupun yang aku korbankan adalah diriku sendiri, temanku, mpe kerjaanku….

“Cowok Bodoh”….sudah sering aku denger kata ini keluar dari mulut temen2ku sendiri….walaupun temen2ku masih sungkan untuk meneriakkan kata itu secara terang2an…tapi aku ngerti kok maksud mereka…menutup hatiku hanya untuk suatu yang tanpa kejelasan…

Biarlah mereka berkata apa…aku sudah biasa hidup dengan menetapkan hati, dan semuanya alhamdullilah berhasil…dari SD aku pengen kuliah di UGM, dari awal kuliah pengen lulus 4 tahun dan IP diatas 3, pengen jadi co kuat yang bisa menaklukan gunung tertinggi….dan kali ini aku yakin dengan kemantapan hatiku untuk mendapatkan nya kembali…

Siang ini, 13 November 2007 aku sudah tahu semuanya, apa dibalik semua kejadian seminggu terkahir ini, mengapa dia tega memperlakukannku seperti ini…semua sudah jelas…dan .semuanya yang aku lakukan buat dia telah terbayar lunas…..

Ria       : ya aku setuju, kamu jadi gay saja…

Raysa   : Slamat menanti cinta sejati..next journey..

Vera   : aku ngerti perasaanmu,karena sekarang aku juga          mengalaminya…

Ghulam   :kenyataan emang pahit,tapi itu adalah kenyataan…mimpi emang indah, tapi itu hanya mimpi……..

ada yang mo kasi comment lagi……

Keseharian di Aceh

November 12th, 2007 by di-must

Sudah 4 hari aku berada di ibukota Serambi Mekah, Banda Aceh, dan semakin hari aku menyadari bahwa pengeluaran untuk hidup disini jauh lebih besar daripada hidup di kota gudeg, Yogyakarta Berhati Nyam-Nyam…makan di hari pertama aja Ghulam sudah salah bayar,nasi ayam yang dikira versi jogjanya Rp4000,- ,di sini harus bayar 2 kali lipatnya, dan blum termasuk minum…

Selain kenyataan diatas tadi masih banyak hal2 menarik yang aku di temui selama beberapa hari di Aceh. Selain kenyataan Sunda-nisasi kantor, aku juga menangkap bahwa penerapan hukum syariah tidak lah seperti yang aku bayangkan….versi yang kubayangkan bahwa cewek wajib mengenakan jilbab/kerudung di tempat-tempat umum….namun kenyatan lebih kejam, ternyata tidak jauh dari kota-kota besar lainnya di Indonesia, kualitas sama aja cuman menang kuantitas doang….Hal menarik lainnya, sebagaii berikut…

Di warung makan
Masyarakat di sini menyediakan semacam teko yang sepintas terlihat seperti air minum tambahan yang disediakan untuk yang makan…tapi itu cuman air keran biasa yang disediakan untuk mencuci tangan….berhati-hatilah, jangan sampe air di teko itu diminum,buat cuci tangan bro…

Di mesjid
Jumat kemaren aku bela-belain untuk sholat di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang fenomenal itu…karena salah memperkirakan waktu dimulainya sholat jumat…begitu keluar kantor udah denger suara khotib,wah pertanda bakal telat…terpaksa buru-buru…mpe jalan besar,mencoba mencari angkot ato becak motor untuk menuju ke Mesjid Raya,ternyata sholat jumat telah menyedot seluruh lelaki (kecuali yang lagi ‘dapet’) untuk ke mesjid,termasuk supir angkot dan becak…akhirnya balik ke kantor, ngambil motor langsung cabut. Sampe di Mesjid Raya sudah ceramah ke-dua..buru2 ambil wudlu, trus masuk pas muadzin sudah iqomad….

Selesai sholat aku coba mengitari mesjid…Gede…Bersih…arsitekturnya megah…Bagus banged…ada beberapa televisi di dalam mesjid yang entah dipergunakan untuk apa…ada beberapa burung gereja (hmmmm burung mesjid de…) yang membangun sangkar di sela2 pilar mesjid (ketika sholat,kedengeran suara kicau mereka), tapi entah kenapa mesjid tetap bersih dari kotoran mereka,padahal jumlah mereka banyak sekali…

Yang menarik lagi sebagian jemaah disini setelah selesai sholat langsung berdiri dan keluar dari mesjid,tidak seperti umumnya, setelah sholat mesti ada yang dzikir dulu trus berdoa…kebanyakan jemaah tersebut langsung berdiri dan keluar dari mesjid (sibuk banget de kayaknya,ato menyelamatkan sandal baru mereka ha ha ha)…

Di jalan
Sepertinya kemaren aku nda pake helm ke mesjid besar, kayaknya nda pa pa…apa kebetulan polisi nya sholat jumat juga…

Di kantor
waduh kalo tempat ini udah nda bisa diungkapkan dengan kata2…tempat ajaib, percampuran antara kantor,rumah,kost,gudang dan usaha laundry…tidak susah untuk menemukan jendela yang berubah fungsi menjadi jemuran…

Dan seperti biasa tempat seperti memiliki pasti memiliki sebuah kamar yang menjadi tujuan sejuta umat…yup KAMAR MANDI…hanya satu untuk 20 orang yang sedari pagi mondar-mandir di kantor…seperti yang kualami hari ini…ada beberapa kepentingan di pagiini yang berhubungan dengan kamar mandi…dan bener2 nda pake prioritas, ada yang buru2 pengen mandi karena harus pergi,sedangkan di dalam kamar mandi ada yang sedang asyik nyuci baju…sedangkan di depan pintu sudah ada beberapa orang yang pengen kencing…dan aku harus menahan ritual buang hajatku dalam antrian yang menyedihkan…

jadi kangen ama kamar mandi di kamar kostku…kayaknya dia bakal kesepian ditinggal tuannya…ato jangan2 kamar mandi ku sudah disiksa ama anak2 kost yang minjem kamarku…