3 Hari di pulau Weh - Sabang
29 November-1 Desember 2007
Beginilah nasib kerja untuk Konsultan di daerah….kita harus siap bekerja diluar job desc yang ditentukan….Setahuku sich kerjaanku disini adalah untuk mempersiapkan implementasi software yang dikerjakan di jogja….ternyata tugasku bertambah lagi setelah pihak konsultan mendaulat ku sebagai driver dan distributor komputer ke kota Sabang…..
Jangan bilang buat menyeberang ke pulau Weh (Pulau paling barat Indonesia) sebuah perkara mudah. Kalo di pulau Jawa kita dengan mudahnya menyeberang ke pulau lain (Bali ato Sumatera) karena trip kapal ada tiap jam nya….Untuk menyeberang ke Sabang, trip kapal tidak menentu tiap harinya…Seperti hari ini hanya ada 2 trip, yaitu jam 11 dan jam 4…Subuh kita sudah berangkat ke pelabuhan buat ngantri…kenyataannya kita masih harus nunggu trip yang kedua…..ngantri mpe jam 4……
Jam 5 sore kapal baru meninggalkan pelabuhan Ulheu lheu banda Aceh….hampir 2,5 jam waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Sabang…………..kota mati…kesan pertama yang aku lihat….suepi tenan…kita putuskan buat makan sate di sekitar kota Sabang…busyet 2 porsi sate ayam+nasi+teh botol = 40.000….edan mahal banget….. mending enak, ni bener2 standar……kita putuskan buat nyari penginapan…..
sudah kuduga, kerja untuk konsultan daerah harus siap juga dengan fasilitas dan akomodasi yang terbatas…..kalo dulu ketika kerja untuk LPPM UGM, aku mendapatkan fasilitas hotel bintang 5 di Jakarta…..sekarang, Losmen Sabang – Merauke (ini namanya), sebuah kamar 2 kasur berdinding triplek dengan 1 kipas angin dan meja plus lemari bekas diterjang tsunami….oya ditambah gembok(coz nda ada engsel pintunya)….
Hari kedua, seperti biasa tugasku sebagai driver adalah mengemudikan Feroza buat mengantar seperangkat komputer ke Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan….karena kasubdin Sosial tidak di tempat, maka kita disuruh untuk dating kembali pukul 3 sore….karena masih jam 11, akhirnya kita putuskan untuk pergi ke pantai Iboih….
Pantai Iboih, 20 km dari kota Sabang….perjalanan menaiki menuruni bukit, diselingi hutan lindung…tak jarang kita berpapasan dengan berbagai satwa, komodo(biawak kaleeee), monyet, sapi, kambing…..melewati jalan berliku dan penuh lobang….dan sepiiiii bangeeeeetttt…
Kata yang pas melukiskan pantai ini adalah “Exicting”…bener2 natural, indah banget…nda heran kalo banyak turis mancanegara rela ke ujung barat Indonesia ini untuk menikmati Diving n Snorkling….aku bener2 menikmati pantai yang masih perawan ini…bersih dan alami….damai…
Belum puas rasanya menikmati panatai Iboih, tapi waktu udah sangat mepet buat balik ke Kota Sabang…dan rencana untuk ke Tugu Nol KM gagal….padahal 8 Km lagi (tugu 0 Km yg tinggal 8 Km…/??….) karena didesak waktu akhirnya kami buru2 balik….
Dan tragedi pun terjadi….. Di sebuah tanjakan yang curam…tiba2 mobil berhenti…kucoba starter lg…nda nyala…oh my God…bensin…kan ni mobil indicator bensin nya mati….mana di tengah hutan lagi….akhirnya kita berharap nunggu bantuan tiba…15 menit berlalu belum ada yang lewat…tiba2 dari kejauhan terlaihat 2 muda-mudi naik motor bebek….semakin lama semakin jelas bahwa itu pasangan bule…
“Excuse me sir, I need ur help”.
“what wrong”
“my tank empty, could u help me to find….solar (solar????), at near of village….”
“ok….do you have any….”, sambil memeragakan ngangkat tas tenteng… “
hah…oh I have a bottle”, sambil ngasi botel aqua satu setengah liter…
“how much you need”
“a bottle full of Bensin…”
“Bensin???”
“yes…the Indonesian of solar” (bego banget sich aku…kok solar lagi…)
“oh same like these motorcycle”…..
“yes”…alhamdullilah dia ngerti…
“just, wait for five minute”…
Ok dia bilang 5 menit…..setengah jam aku nunggu….akhirnya tu bule datang juga…yang laki dari jerman, yang cewek dari Austria(kok namanya nda aku tanya ya,malah nanya asal)…mo ke pantai katanya…..wah pokoknya Mr.X and Mrs.Y makasih banyak de…..tumben2 ditolong bule….
Karena waktu banyak terbuang akhirnya aku bisa mencoba off road dengan mobil ini….lubang…..tanjakan…tikungan…libas…sampai Dinas Sosial..udah ditunggu…huff…Malamnya kami makan di pinggir pantai Kasih…nyobain Mie kepiting…so nice…
Hari Ketiga, pagi2 kami meninggalkan losmen menuju pelabuhan Balohan Sabang…saat itu kita sudah ketinggalan trip pertama, akhirnya kita putuskan buat ngantri trip yang kedua…setelah menunggu sekian lama,akhirnya kapal tiba…tapi tiba2 petugas pelabuhan memberitahukan bahwa kapal tidak diberangkatkan karena ombak tinggi…..
Kita putuskan untuk menyeberang naik kapal cepat khusus penumpang, dan menitipkan mobil kepada salah satu petugas pelabuhan, tak lupa juga menitipkan sejumlah uang lelah….setelah menyeberang selama 1 jam, tibalah di Banda Aceh…cuapeeeeeeeeeeeeeekkkkk………
February 23rd, 2008 at 3:52 pm
emang sich agak mahal makanannya
tapi jelas banget lah
keindahan alamnya itu yang gak bisa diukur
hehehe
August 9th, 2008 at 8:40 pm
Salam kenal,
Saya uslkan pada admin situs Pulau Weh Sabang (pulauwehsabang.com/id) untuk dimasukkan dalam pranala mereka.
pengalaman anda sangat menarik, menelusuri ujung wilayah Indonesia
salam.